Bukan Dihantam Rudal, Ini Penyebab Jatuhnya Pesawat Ukraina di Iran



Pesawat Ukraina International Airlines jatuh pada dekat Ibu Kota Iran, Teheran, pada Rabu (8/1/2020) pagi. Kecelakaan yang telah menewaskan 176 orang ini juga terjadi beberapa jam setelah Iran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak.

Kedutaan Besar (Kedubes) Ukraina di Teheran pun juga mengungkapkan penyebab kecelakaan tersebut. Menurut pejabat Kedubes Ukraina kecelakaan itu disebabkan karna kegagalan mesin, bukan karna serangan rudal maupun terorisme seperti dikutip dari Newsweek.

Pesawat nahas itu sebelumnya akan bertolak ke Kiev pada saat jatuh tidak lama setelah lepas landas di bandara internasional Imam Khomeini. Pesawat meninggalkan landasan tepat setelah pukul 06.10 pagi waktu Teheran dan jatuh sekitar lima menit kemudian, menurut pejabat Iran.


Pejabat darurat dari Iran, Pir Hossein Kulivand, dan Bulan Sabit Merah Iran juga mengatakan tak ada yang selamat dari kecelakaan itu. Kulivand mengatakan jika 147 orang yang tewas merupakan warga negara Iran.

Baca Juga : Tak Ingin Dipermalukan Lagi, Pep Guardiola Antisipasi Kuartet Cepat Manchester United

Juru bicara penerbangan sipil Iran Reza Jafarzadeh mengatakan jika pesawat itu jatuh sekitar lima menit setelah meninggalkan bandara.

"Pilot tak memiliki kontak dengan menara dan tak mengumumkan situasi darurat sebelum kecelakaan," tambahnya.

Cuplikan yang juga tersebar di Twitter menunjukkan pesawat jatuh dari langit pada hari Rabu pagi. Dilaporkan oleh kantor berita Iran, ISNA, video juga menunjukkan bola api besar di kejauhan pada saat pesawat menghantam tanah.

The Associated Press melaporkan jika pesawat itu jatuh di daerah tanah pertanian. Para wartawan di tempat kejadian menggambarkan para pejabat darurat bekerja di tengah-tengah puing dan juga mayat.

Pesawat itu ialah pesawat Boeing 737-800. Perusahaan yang juga berbasis di AS itu - yang sudah bergulat dengan masalah keamanan terkait dengan Boeing 737 Max - merilis pernyataan pendek di Twitter.

"Mengetahui laporan media dari Iran dan juga kami sedang mengumpulkan lebih banyak informasi mengenai insiden tersebut," ungkap Boeing.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sudah mempersingkat kunjungannya ke Oman untuk kembali ke Kiev. Pemimpin parlemen Ukraina, Dmytro Razumkov, menyatakan belasungkawanya di Facebook.

"Tugas kami ialah mengetahui penyebab jatuhnya (pesawat) Boeing dan memberikan semua bantuan yang diperlukan untuk keluarga para korban," ungkapnya.

Kecelakaan ini terjadi ketika Iran meluncurkan serangan rudal balistik di dua pangkalan militer di Irak yang menampung semua pasukan AS. Iran juga menembakkan rentetan rudal balistik kepada pangkalan militer di Irak yang juga menjadi tuan rumah pasukan AS, menjadi pembalasan atas pembunuhan komandan Korps Garda Revolusi Islam Qassem Soleimani pekan lalu.

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif juga mengatakan, serangan itu - yang tampaknya tak menimbulkan korban di pihak AS atau Irak - dilakukan untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.

"Kami tak mencari eskalasi atau perang, namun akan membela diri kepada agresi apa pun," katanya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.