Ledakan Bom Mobil di Somalia Tewaskan 79 Orang



Sedikitnya ada 79 orang tewas dan 149 terluka setelah bom mobil meledak di daerah kawasan sibuk di pinggir ibu kota Somalia, Mogadishu pada hari Sabtu, menurut pejabat pemerintah.

Juru bicara dari pemerintah, Ismael Mukhtar kepada CNN telah menyampaikan pelaku mengendarai mobilnya menuju titik pemeriksaan "Ex-control Afgoye", persimpangan terkenal yang menghubungkan Somalia selatan dengan ibu kota.

Mukhtar juga menambahkan, sejumlah mahasiswa juga turut menjadi korban tewas.

Serangan terjadi pada saat jam sibuk, sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Korban tewas termasuk juga warga sipil dan tentara, kata polisi.

Polisi telah mengamankan pos pemeriksaan, namun ada juga kantor perpajakan yang terletak di dekatnya dan kawasan itu juga penuh dengan penduduk sipil dan ada pasukan keamanan.

Polisi mengingatkan dari jumlah korban tewas juga bisa bertambah karena banyak korban terluka yang dilarikan ke rumah sakit. Foto-foto dari TKP menunjukkan sejumlah kendaraan hancur dan juga minibus yang dipenuhi darah.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengonfirmasi ada dua warga Turki tewas pada serangan tersebut.

"Semoga Allah merahmati kedua warga kami dan saudara-saudari Somalia yang telah meninggal dalam serangan keji tersebut," tulisnya di Twitter, sebagaimana dilansir dari CNN, Minggu (29/12).

Cavusoglu telah menambahkan, Turki memang akan terus bersama Somalia melawan teror.

Serangan ini juga terjadi dua pekan setelah sedikitnya lima orang tewas pada pertempuran tujuh jam di sebuah hotel di Mogadishu.

Pada Februari lalu, kelompok Al Shabaab sudah mengklaim bertanggung jawab atas bom mobil di pusat perbelanjaan yang padat, dan telah menewaskan 10 orang. Kelompok tersebut juga berada di balik serangan tiga bom mobil pada bulan November lalu yang menewaskan 52 orang dan 100 orang lebih terluka.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.