Ukraina Selidiki Kemungkinan Pesawat Boeing Jatuh karena Rudal atau Ledakan Bom
Ukraina telah mengatakan mereka sedang menyelidiki apakah
pesawat Boeing 737 yang jatuh di daerah Iran kemarin ditembak jatuh oleh rudal
atau juga terkena bom ataupun mesin yang meledak.
Pesawat Beoing 737 dari Maskapai Internasional Ukraina jatuh
tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di
Teheran, Iran. Seluruh 167 penumpang dan juga 9 awak kabin telah meninggal.
Dikutip dari laman Sydney Morning Herald, Kamis (9/1), jatuhnya
pesawat ini hanya beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal ke dua
pangkalan militer AS di Irak menjadi balasan atas kematian Panglima Garda
Revolusi Qassim Sulaimani Jumat lalu.
Para pejabat Iran dan juga Ukraina sebelumnya mengatakan
konflik yang sedang terjadi antara Iran dan juga Amerika Serikat di Timur
Tengah pada saat ini tak ada hubungannya dengan jatuhnya pesawat itu.
Mencari serpihan rudal Rusia
Ketua Dewan Keamanan Nasinal Ukraina Oleksiy Danylov
kemudian juga mengatakan kepada media Ukraina, tim penyelidik sedang dikerahkan
untuk mencari kemungkinan serpihan sebuah rudal buatan Rusia di lokasi jatuhnya
pesawat itu. Tapi pernyataannya tak didukung bukti kecuali hanya mengutip
"informasi" dari Internet.
Danylov juga menuturkan kemungkinan pesawat ini bisa juga
jatuh karna bom atau mesin yang meledak hebat.
Ketika ditanya dalam jumpa pers di Kiev hari ini soal bagaimana
pesawat ini jatuh karna dirudal, Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Honcharuk
memperingatkan untuk hati-hati dengan spekulasi semacam itu sampai penyelidikan
selesai.
Penumpang pesawat Boeing itu terdiri dari warga yang berasal
dari berbagai negara. Sembilan awak kabin berasal dari Ukraina. Menteri Luar
Negeri Ukraina Vadym Prystaiko mengatakan penumpang terdiri dari 82 warga Iran,
63 Kanada, 11 Ukraina, termasuk awak kabin, dan juga ada 10 warga Swedia, empat
Afghanistan, tiga Jerman dan tiga Inggris.
Pilot tak meminta
bantuan lewat radio
Pesawat ini diketahui membawa penuh bahan bakar untuk
penerbangan sejauh 2.300 kilometer dan sempat terbang sampai ketinggian 8.000
kaki sebelum kemudian hilang komunikasi dengan menara pengawas.
Laporan awal dari Otoritas Penerbangan Iran mengatakan pilot
tak sempat meminta bantuan melalui radio. Laporan ini juga menyebutkan pesawat juga
sempat berusaha kembali ke bandara ketika sudah terbakar. Kotak hitam pesawat
dan juga perangkat komunikasi di kokpit sudah ditemukan tapi dalam keadaan
rusak.
Ukraina kini telah mengerahkan tim ahli, termasuk anggota
dari tim penyelidik jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pada 2015 di
Ukraina akibat terkena rudal buatan Rusia.
"Prioritas utama kita ialah menemukan kebenaran dan juga
siapa pelaku yang akan bertanggung jawab atas kejadian ini," ungkap Presiden
Ukraina Volodymyr Zelensky.
Kepala Organisasi penerbangan Sipil Iran Ali Abedzadeh
mengatakan kepada kantor berita Mehr, kotak hitam pesawat ini tak akan
diserahkan kepada Boeing, perusahaan produsen pesawat asal Amerika Serikat yang
membuat pesawat tersebut.


Post a Comment