Bersedia Pindah ke Kota di Italia Ini, Pemerintah Siap Tanggung Biaya Sewa Rumah


Teora, sebuah kota di selatan Campania, yang memikat orang-orang untuk tinggal di kota itu dan juga pemerintah siap menanggung biaya sewa rumah. Sejumlah kota di Italia terancam kekurangan populasi dan juga salah satu cara menarik orang pindah ialah menyiapkan hunian gratis atau berbiaya sewa dengan nilai yang paling murah.

Kesepakatan senilai 1 Euro sudah sukses besar di Italia, dengan kota-kota dari Sisilia di selatan sampai Alpen utara menarik penduduk baru yang berkomitmen untuk bisa berinvestasi dalam renovasi besar-besaran, tapi dikhawatirkan mereka yang juga membelinya hanya membeli untuk hunian pada saat liburan, bukan untuk menetap.

Teora menilai rencananya juga akan lebih baik. Disebutkan pihak pemerintah setempat juga akan membayar 150 Euro atau USD 162 biaya menyewa rumah kosong di sana selama dua tahun, atau juga menawarkan mereka untuk membeli dengan harga 5.000 Euro.


Pembeli juga harus tinggal di Teora selama setidaknya tiga tahun, dan juga mereka harus sudah memiliki setidaknya satu anak ketika mereka ingin mendaftar.

"Saya tak percaya menjual rumah kosong seharga 1 Euro, itu tak mendorong orang untuk tinggal di kota," ungkap Wali Kota Teora, Stefano Farina, kepada CNN, dikutip Selasa (18/2).

"Mereka datang hanya dalam beberapa bulan dan setahun menjadi turis. Itu bukan solusinya. Namun mengambil residensi dan juga mendaftarkan anak-anak di sekolah setempat, itu memang memberi napas kehidupan baru."

Menurut Farina, populasi kota menurun secara dramatis setelah gempa bumi di tahun 1980, yang menyebabkan kerusakan parah pada Teora, serta dekat Lioni, dan tidak pernah sepenuhnya pulih.

"Dua bayi dilahirkan (di Teora) setiap tahun versus 20 tetua yang meninggal," ungkapnya.

"Kami turun ke hampir 1.500 penduduk. Setelah gempa mengerikan banyak anak muda melarikan diri.

Saat ini sewa di sini bisa menelan biaya 200 Euro per bulan, sementara rumah seluas 100 meter persegi hanya dijual dengan harga 30.000 Euro.

Ini juga berarti mereka yang memilih untuk menyewa salah satu properti bisa membayar hanya 50 Euro per bulan.

Sementara ini, harga final sebuah rumah juga pasti akan menyusut menjadi sekitar 25.000 Euro karna adanya tanggungan 5.000 Euro dari pemerintah kota. Rumah-rumah yang juga tersedia semuanya pada kondisi yang sangat baik, karna dibangun kembali dari awal setelah gempa - beberapa bahkan juga dilengkapi dengan perabotan.

Kota ini juga telah menawarkan penghapusan biaya makan sekolah dan juga pajak lokal untuk layanan lokal.

Kota yang indah ini terletak di kaki Gunung Cresta del Gallo. Bentang alam perbukitan Teora yang hijau pernah juga dihuni oleh orang Samni, suku Italia kuno yang menentang pemerintahan Roma Kuno. Namanya berasal dari kata Latin "tugurium," yang berarti ialah "pondok batu dan jerami."

Anak sungai Fiumicello dari sungai Ofanto ialah salah satu objek wisata yang indah, dan daerah ini juga memiliki berbagai rute trekking di sepanjang jalan gembala tua.

Banyak rumah tak dihuni. Bahkan, juga ada hampir 100 bangunan kosong mencari penghuni baru.

"Itulah masalahnya. Kita juga memiliki terlalu banyak rumah baru, namun rumah kosong yang menjadi beban bagi pemilik pribadi yang sekarang tinggal di luar negeri," ungkap Farina.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.