Benarkah Konsumsi Kelelawar jadi Penyebab Munculnya Virus Corona?
Salah satu hal yang biasa disebut dapat menjadi penyebab
virus corona baru atau yang dikenal juga pada tahun 2019-nCOV ialah kelelawar.
Konsumsi hewan ini di Wuhan disebut bukanlah hal aneh sehingga rentan terjadi
penyebaran virus tersebut dari hewan ini.
Anggapan ini juga telah didukung oleh video yang banyak
beredar di media sosial mengenai wanita yang mengonsumsi sup kelelawar.
Benarkah hal ini menjadi penyebab munculnya virus corona di Wuhan?
"Virus corona juga awalnya menyerang hewan, seperti
kelelawar. Tapi, jika sudah menjadi sup, seharusnya virus telah mati," kata
dokter spesialis penyakit dalam sekaligus pakar penyakit infeksi dan tropis,
Erni Juwita Nelwan di Kantor PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jakarta Pusat.
"Apabila memang sup kelelawar terbukti telah menyebarkan
virus corona, ya bisa saja proses pembuatannya tak matang," katanya.
Tetap Risiko Menyebar
Erni melanjutkan, harus juga dipastikan apakah sup kelelawar
yang dimakan telah matang atau tidak.
Kita juga harus memastikan apakah supnya matang atau
setengah mentah. Jika sudah direbus, harusnya virus dapat mati, katanya.
Sementara ini, dokter spesialis anak klinis Darmawan Budi
Setyanto menanggapi, walaupun sup kelelawar sudah matang, resiko virus corona
terjangkit ke manusia memang masih ada.
"Virus ini kan juga dapat ditularkan lewat udara.
Artinya, virus juga dapat menempel di mana saja, terlebih lagi kepada koki dan juga
pramusaji yang menyiapkan dan mengantarkan makanan," ungkap Darmawan.
Ketika virus menempel di piring atau sendok, otomatis dapat berisiko
terjangkit pneumonia dari virus corona baru ini," ungkapnya.


Post a Comment