Benarkah Konsumsi Rambutan Bisa Sebabkan Munculnya Batuk?



Beberapa buah yang dikonsumsi biasanya juga memang memiliki kadar air dan rasa manis yang cukup tinggi dibanding jenis lain. Salah satu dari buah ini ialah rambutan.

Buah khas daerah tropis ini memang begitu lezat untuk disantap terutama pada udara yang sangat panas. Sayangnya, banyak orang yang mengeluhkan munculnya masalah batuk setelah mengonsumsi rambutan ini. kenapa?

Nyatanya, belum ada studi ilmiah yang telah menunjukkan hubungan langsung antara makan rambutan dengan batuk seperti disampaikan dari dokter Fiona Amelia.

Bila memang ada seseorang batuk setelah mengonsumsi rambutan nampaknya hal ini terkait reaksi individual. Misalnya kepada orang yang memiliki bakat alergi atau sensitif kepada sesuatu.
"Orang yang cenderung memiliki bakat alergi, misalnya alergi terhadap telur atau juga memiliki asma, ada juga beberapa hal yang membuat saluran napas menjadi bereaksi jika enggak sampai timbul gejala alergi. Batuk itu terjadi karna saluran napasnya terganggu," ungkap Fiona dihubungi beberapa waktu silam.

Penyebab seseorang batuk bisa jadi karna gula pada rambutan yang bersifat pekat. Sehingga cenderung melekat di tenggorokan.


“Misalnya jika orangnya sudah batuk dan dia konsumsi rambutan, bisa juga merangsang tenggorokan untuk memproduksi lendir lebih banyak. karena, tenggorokan berusaha mengalirkan gula tersebut dengan refleks batuk,” jelas dokter Resthie Rachmanta yang seperti dikutip dari Klikdokter.

Bila kamu tidak memiliki masalah setelah mengonsumsi rambutan bukan berarti makan banyak-banyak. Fiona mengingatkan untuk makan rambutan hanya boleh secukupnya saja.

Minum Air Hangat Usai Makan Rambutan
Jika setelah makan rambutan merasa tenggorokan tak nyaman atau juga batuk-batuk, Fiona menyarankan untuk minum air hangat. Kehadiran air hangat juga dapat mengencerkan lendir yang merangsang seseorang mengalami batuk.

"Secara fisiologis tubuh, gula itu sifatnya menarik air kan. Ketika lendir sampai di tenggorokan jadi bikin batuk, gatel," ungkap Fiona.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.