'Ceraikan' New Balance, Liverpool Kini 'Nikahi' Nike
Setelah 'menikah' dari tahun 2015, klub sepakbola Inggris,
Liverpool, telah memutuskan 'bercerai' dengan New Balance. Mulai musim depan,
Si Merah juga akan menggunakan seragam yang dibikin oleh sesama perusahaan
apparel asal Amerika Serikat (AS), Nike.
"Liverpool Football Club dengan bangga mengumumkan jika
Nike akan menjadi pemasok seragam mulai musim 2020-2021. Perjanjian tahun jamak
ini, yang telah dimulai pada 1 Juni 2020, akan membuat Nike memasok seragam
Liverpool untuk pertandingan, latihan, dan bepergian," demikian yang disebut
pernyataan resmi di laman resmi klub, Selasa (7/1/2020).
Masuknya Nike menjadi mitra baru Liverpool tak gampang.
Bahkan sampai harus diputuskan di ranah pengadilan.
Pada pekan terakhir Oktober 2015, Hakim Nigel Teare
memutuskan jika Liverpool berhak mengakhiri kontrak dengan New Balance.
Pasalnya, proposal pemasaran New Balance dipandang kurang menguntungkan untuk klub.
"Penawaran New Balance dari sisi pemasaran tak lebih
menarik dibandingkan proposal Nike. Liverpool tak memiliki kewajiban untuk
membuat perjanjian baru dengan New Balance," sebut saja Hakim Teare dalam
putusannya, seperti yang dikutip dari Reuters.
Kebetulan kontrak Liverpool dengan New Balance habis pada musim
ini. Kabarnya, New Balance mengajukan perpanjangan dengan tawaran GBP 40 juta
(Rp 736,17 miliar dengan kurs saat ini) per musim.
Sebenarnya penawaran Nike lebih rendah, yakni disebut-sebut
GBP 30 juta (Rp 549,46 miliar) per musim selama lima tahun. Namun ada kelebihan
yang dimiliki Nike, yaitu jaringan pemasaran yang juga lebih luas.
Nike berkomitmen untuk memasarkan produk Liverpool di 6.000
gerai di seluruh dunia.New Balance menegaskan punya jaringan pemasaran lebih
luas yakni 40.000 toko. Namun Liverpool ragu mereka juga bisa memasarkan produk
dengan sangat baik.
"Pandangan jika New Balance dapat mendistribusikan
seragam Liverpool di 40.000 gerai ialah mitos. Terlalu dibesar-besarkan," ungkap
Guy Morpuss, yang mewakili Liverpool di pengadilan, seperti diberitakan
Reuters.
Selain jaringan pemasaran, Nike juga memiliki keunggulan
lain yaitu figur-figur kelas dunia untuk membantu menjual jersey Liverpool. Pada
persidangan, pihak Nike berjanji untuk menggandeng bintang NBA LeBron James dan
jagoan tenis Serena Williams untuk memasarkan produk-produk Liverpool.
Keuntungan ini yang tak bisa diberikan oleh New Balance.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada New Balance dari
dukungan pada beberapa tahun terakhir ini dan kami mengharapkan yang terbaik
bagi Anda," kata Billy Hogan, Direktur Pelaksana Liverpool, dikutip dari
keterangan resmi klub.
Dengan kontrak GBP 30 juta per musim, apa yang didapat oleh Liverpool
masih jauh dari rival abadinya, Manchester United. Setan Merah juga mengikat
kontrak dengan Adidas dengan nilai GBP 75 juta (Rp 1,37 triliun) per musim sampai
2025. Nilai tersebut menjadi yang terbesar untuk jagat sepakbola Negeri Ratu
Elizabeth.
Namun apa yang didapat dari United pun belum ada apa-apanya
dibandingkan dua raksasa Spanyol, Real Madrid dan juga Barcelona. Berikut lima
kontrak terbesar antara klub dengan pemasok apparel, dikutip dari Mirror.


Post a Comment