Facebook Salahkan Apple Dalam Kasus Peretasan Ponsel Jeff Bezos
Salah satu hal besar yang telah terjadi di dunia teknologi
minggu lalu ialah diretasnya iPhone milik Jeff Bezos, bos Amazon sekaligus
orang yang paling kaya di dunia.
Hal ini juga telah dikonfirmasi dan dilakukan oleh Arab
Saudi, di mana disebut jikalau malware itu tersisipkan kala Bezos sedang melakukan
chat WhatsApp. dengan putra mahkota Saudi, Muhammad bin Salman.
Malware ini ada di dalam sebuah video klip yang dikirimkan oleh
sang putra mahkota pada tahun 2018 lalu.
Sebuah teori bermunculan jika peretasan ini dilakukan karna Washington
Post, media yang dimiliki oleh Bezos, sampai pada saat ini juga masih melakukan
penyelidikan terkait dari kematian Jamal Khashoggi, jurnalis sekaligus kolumnis
pada media tersebut.
Diduga malware itu juga telah disematkan ke Bezos untuk
melakukan pemerasan berdasarkan dari data yang ada pada iPhone mereka.
Nah, yang terbaru, Facebook menjadi perusahaan induk
WhatsApp yang jadi platform terjadinya peretasan ini, akhirnya juga telah angkat
bicara.
Melansir laporan Bloomberg, wakil presiden Facebook Nicola
Mendehlson tak setuju jika Facebook disalahkan atas peretasan ini.
Alih-alih, pihaknya menyalahkan sistem operasi smartphone, pada
hal ini iOS, dan tentunya sang pengembang, Apple.
Pada wawancaranya, disebut jika "salah satu hal yang
patut disorot sebenarnya ialah seberapa besar potensi kerentanan dari sistem
operasi smartphone itu."
Hal ini juga mengingatkan
berdasar dari data sebelumnya yang diungkap dari FTI Consulting yang disewa
pihak Bezos, ada ekstraksi data dan juga lonjakan pengiriman data sebesar
29.000 persen setelah malware masuk. Hal ini juga seharusnya dideteksi menjadi keanehan
oleh iOS.
Pernyataan senada datang juga dari salah satu petinggi
Facebook yaitu Nick Clegg.
Kepada BBC, dia menyebut jika WhatsApp memiliki enkripsi
end-to-end sehingga WhatsApp tak akan bisa terbobol ataupun dimasuki dari luar.
Tapi peretasan Bezos ialah hal yang memang sebenarnya adalah
celah keamanan, di mana Bezos mendapatkan malware dari orang yang dia percaya
untuk chat. Siapa orang yang memang saling chat di dalam platformnya, tentu di
luar kuasa dari WhatsApp.


Post a Comment