Pertaruhan Latah PSSI untuk Timnas Indonesia



Ada kesan PSSI keukeuh menunjuk Tae Yong karna latah dengan apa yang dilakukan sang rival di Asia Tenggara, Vietnam. Tim Negeri Paman Ho kini juga muncul menjadi salah satu kekuatan baru di Asia berkat kehadiran dari Park Hang Seo.

Mantan asisten Guus Hiddink di Piala Dunia 2002 itu juga didatangkan pada tahun 2017. Pada kurun waktu dua tahun, pelatih berumur 61 ini membuat Vietnam meraih hasil mengesankan dari timnas kelompok umur sampai senior.

Park juga mengantarkan Vietnam U-23 jadi runner up di Piala Asia U-23 2018, lolos sampai ke semifinal Asian Games 2018, juara Piala AFF 2018, dan teranyar juga memberikan gelar SEA Games 2019 bagi the Young Golden Stars.

Perlahan Vietnam menggeser Thailand yang memang sebelumnya menjadi penguasa di kawasan Asia Tenggara.

Di jajaran staf pelatih, Hang Seo juga melibatkan tiga orang pelatih lokal dan memang hanya ada dua pelatih yang sama-sama berasal dari Korsel. Uniknya, Hang Seo juga mempercayakan pelatih fisik pada pelatih Korsel sama dengan seperti yang dilakukan Tae Yong yang menunjuk Jae Hong.


Tapi, kebangkitan sepak bola dari Vietnam bukan semata karna faktor Hang Seo. Kolaborasi di antara klub Inggris Arsenal, akademi sepak bola yang berasal dari Perancis JMG Academy, dan klub Hoang Anh Gia Lai juga menjadi salah faktor kunci.

Pembinaan pemain yang melibatkan ketiga pihak ini menghasilkan pemain-pemain berbakat yang konsisten menghiasi timnas dan mulai dari kelompok umur hingga senior di Vietnam. Hal inilah yang wajib diperhatikan dari PSSI.

Maju atau tidaknya Timnas Indonesia tak hanya bergantung pada sang peracik strategi. Karna siapa pun pelatihnya akan mengalami kesulitan jika tak memiliki sumber daya manusia, pada hal ini ketersediaan pemain-pemain berbakat yang konsisten memang telah muncul.

Satu aspek lain yang juga mungkin tak luput dari sorotan ialah keputusan Tae Yong yang juga membawa pelatih fisik dari Korsel. Langkah pelatih yang berumur 49 tahun ini sama dengan yang diterapkan oleh Park Hang Seo bersama Vietnam.

Kehadiran pelatih fisik yang berasal dari Korsel ini dapat mudah dipahami mengingat penyakit Timnas Indonesia yang memang selalu kehilangan tenaga di 30-20 menit terakhir pertandingan. Tae Yong juga sudah tahu kelemahan tersebut dan dia menekankan pentingnya fisik yang prima supaya bisa tampil stabil sampai 90 menit.

Hal ini juga yang terlihat dari Vietnam sejak diasuh oleh Hang Seo. Timnas mulai dari kelompok umur hingga senior tak memperlihatkan tanda-tanda penurunan performa walaupun bermain dengan pressing ketat pada setiap pertandingan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.