Timnas Indonesia Harus Main Bertahan
Kehadiran Shin Tae-yong di Timnas Indonesia tentu akan
membawa perubahan pada tim. Hal ini lantaran setiap pelatih memiliki filosofi
termasuk gaya permainan berbeda yang juga diterapkan pada tim asuhannya.
Menarik untuk dinanti bagaimana racikan Shin Tae-yong di
Timnas Indonesia. Apalagi, pelatih yang berasal dari Korea Selatan ini diberi
tugas untuk membesut empat tim sekaligus, yaitu timnas senior, level U-22,
U-20, dan U-16.
Selama ini pelatih yang berumur 50 tahun itu juga dikenal
menyukai gaya bermain yang memang sangat agresif dan juga lebih ofensif
ketimbang defensif. Apakah permainan serupa dan diterapkan di Timnas Indonesia?
Shin Tae-yong juga memiliki jawaban bijaksana untuk
pernyataan ini.
"Saya juga harus menggunakan strategi yang memang cocok
dengan tim. Melihat kondisi sepak bola di Indonesia, mereka tidak bisa
benar-benar memainkan sepak bola ofensif. Kami juga memang harus bersiap untuk
sepak bola yang defensif. Namun, melawan negara-negara di ASEAN, kami juga akan
menggunakan strategi yang akan lebih ofensif. Saat kami bermain melawan tim-tim
kuat di Asia seperti Korea dan juga Jepang, kami memang harus bertahan. Kami juga
harus memainkan sepak bola defensif secara efisien," ungkap Shin Tae-yong
kepada Ilgan Sports.
Tapi, sebelum dapat menerapkan gaya main yang diinginkannya,
mantan pelatih dari Timnas Korea Selatan ini harus melewati fase penting, yaitu
adaptasi.
Untuk hal ini, Shin Tae-yong optimistis dapat beradaptasi
dengan baik pada lingkungan baru di sepak bola Indonesia, khususnya tim
asuhannya. Begitu juga pula sebaliknya, para pemain.
Dia mencontohkan keberadaannya pada saat masih membesut klub
K-League, Seongnam Ilhwa, pada beberapa waktu lalu.
"Kami juga ingin memiliki pemain asing pada saat ini.
Ketimbang kemampuan mereka, lebih penting bagi mereka supaya menyesuaikan diri
dengan Korea. Saya juga pikir alasan terbesar di balik pelatih hebat gagal
sukses di negara asing ialah karena kegagalan menyesuaikan diri. Ini merupakan upaya
pertama saya menjadi pelatih kepala di negara asing. Saya pikir, yang paling
penting ialah seberapa cepat dan seberapa baik saya untuk menyesuaikan
diri," kata Shin Tae-yong.


Post a Comment