Turki Kirim Pesawat dan Dokter Bantu Evakuasi Korban Serangan Bom Mobil Somalia



Pesawat militer dari Turki pada hari Minggu mengevakuasi 16 korban luka dari serangan ledakan bom mobil di Mogadishu, Somalia yang juga menewaskan 79 orang dan membuat kewalahan layanan kesehatan setempat. 
Pesawat tersebut juga telah membawa dokter supaya membantu merawat sekitar 125 orang yang terluka dalam ledakan hari Sabtu, yang juga terjadi ketika sebuah kendaraan meledak di sebuah pos pemeriksaan keamanan yang memang sangat sibuk.

"Misi penyelamatan berlanjut sejak kemarin pada saat ledakan terjadi dan juga setelah upaya yang panjang dan telaten, kami sudah berhasil mengevakuasi 16 orang yang terluka ke Turki untuk perawatan medis lebih lanjut," ungkap Wali Kota Mogadishu, Omar Mohamed Mohamud kepada wartawan di bandara, dilansir dari laman Alaraby, Senin (30/12).

Tak ada kelompok yang mengklaim serangan berdarah ini. Tapi Presiden Mohamed Abdullahi Farmaajo telah menyalahkan kelompok Islam Al-Shabaab, yang juga secara teratur melakukan serangan bom mobil dan juga serangan lainnya di ibukota, dalam upaya mereka selama satu dekade untuk menggulingkan pemerintah yang memang didukung dunia internasional.

Ledakan pada Sabtu ialah yang paling mematikan sejak truk meledak pada tahun 2017 di dekat kapal tanker bahan bakar, menciptakan bola api yang telah menewaskan lebih dari 500 orang.

Somalia memuji Turki dari responsnya terhadap pemboman tahun 2017 pada saat ini setelah sekutunya telah mengirim ambulans udara untuk mengangkut korban ke Turki pada waktu hanya 48 jam setelah ledakan besar.

Sementara itu Farmaajo juga menuding organisasi teroris Al-Shabaab berada di balik serangan Sabtu. Hal itu juga disampaikan melalui siaran televisi dan juga mengecamnya sebagai upaya untuk "mengintimidasi dan juga meneror masyarakat Somalia dan membantai mereka pada setiap kesempatan yang juga tersedia".

Sebanyak 16 korban tewas merupakan mahasiswa Universitas Banadir, yang juga berkunjung ke wilayah tersebut menggunakan bus pada saat bom meledak.

Direktur layanan ambulans pribadi, Abdukadir Abdirahman Haji, telah mengatakan kepada AFP sekitar 125 orang terluka pada serangan tersebut.

Kepala polisi Somalia Abdi Hassan Mohamed juga mengatakan pada hari Sabtu 79 orang tewas, namun jumlah korban dapat bertambah.

"Masih ada juga operasi penyelamatan yang berlangsung untuk membantu mereka yang sudah dibantai oleh para teroris pada saat sedang bekerja," ungkap Menteri Informasi Somalia Mohamed Abdi Heyr kepada wartawan.

"Kami sudah menerima dokter dan obat-obatan pagi ini yang dikirim dari pemerintah Turki dan kami bekerja untuk memisahkan orang yang terluka parah dari yang lain untuk mengirim mereka ke luar negeri dan juga sisanya akan dirawat oleh para dokter," ungkapnya.

Abdi Heyr mengatakan ada 24 dokter spesialis trauma datang dari Turki - sekutu utama Somalia.

Menteri Keamanan Somalia Mohamed Abukar Islow yang juga mengadakan konferensi pers bersama wali kota di bandara mengatakan ada beberapa dokter dari Turki yang akan tetap tinggal untuk merawat para korban.

"Ada juga dokter dari Turki, beberapa dari mereka memang kembali dengan pesawat itu, namun yang lain akan tetap di sini untuk merawat orang-orang di sini, saudara-saudara Qatar kami juga memang akan mengirim pesawat lain yang akan mengungsikan lebih banyak orang yang telah terluka parah," ungkapnya.

Puluhan ambulans telah berlalu lalang membawa korban dari berbagai rumah sakit di kota tersebut ke bandara untuk bisa dibawa ke Turki.

Penduduk Mogadishu, Abdulkadir Moalim mengatakan keluarganya telah merasa putus asa karna sepupunya menderita luka kepala serius pada ledakan itu.

"Masalah dengan ledakan itu ialah jika Anda lolos dari maut, Anda bisa mengalami cedera yang mengancam jiwa seperti sepupu saya, yang memiliki cedera di kepala dan dokter medis di sini tak bisa mengobatinya di dalam negeri," ungkapnya.

"Alhamdulillah, Ia akan dibawa ke Turki sekarang dan kami sangat berharap ia sembuh."

Dua warga Turki telah tewas pada ledakan itu dan juga menurut sumber medis, dua lainnya yang terluka akan diterbangkan ke Turki.

Sejak 2015, sudah terjadi 13 serangan di Somalia dengan korban tewas di atas 20. Sebelas di antaranya terjadi di daerah Mogadishu. Semuanya melibatkan bom mobil.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.