115 Hari Ditawan Abu Sayyaf, Farhan Berhasil Melarikan Diri ke Hutan
Salah satu nelayan warga negara Indonesia Muhammad Farhan, berumur
27 tahun, yang ditawan kelompok bersenjata Abu Sayyaf, akhirnya bisa diselamatkan
anggota militer Filipina dari Komando Mindanao Barat (WestMinCom) di Barangay
Bato-Bato, Indanan, Sulu sekitar pukul 18.45 kemarin.
Farhan diculik bersama dua nelayan WNI yang lainnya pada September
lalu. Dua rekannya telah diselamatkan lebih dulu bulan kemarin oleh tentara
Filipina setelah baku tembak dengan lama sekitar 30 menit.
Menurut Letnan Jenderal Cirilito Sobejana, Komandan
WestMinCom, pasukannya telah melancarkan "serangkaian operasi intelijen
dan juga kontak senjata" yang berujung pada penyelamatan Farhan.
Farhan juga dilaporkan berhasil melarikan diri dari para
penculiknya dan juga seorang warga setempat kemudian mengabarkan ke tentara
tentang lokasi keberadaan dari Farhan.
"Dia melarikan diri pada dua hari lalu dari para
penculiknya Abu Sayyaf di daerah hutan Barangay Kagay, Indanan. Seorang warga
sipil kemudian juga melihat dia dan melapor kepada salah satu dari dua unit
kami jika dia (Farhan) berhasil kabur dari para penculiknya. Setelah
berkoordinasi dengan tentara kami dia juga telah berhasil dijemput di Barangay
Bato-Bato, Indanan sekitar pukul 18.45," kata Mayor jenderal Corly Vinluan
Jr, Komandan Pasukan Gabungan Sulu, seperti dilansir CNN Filipina, Rabu (15/1).
Sobejana menuturkan, Farhan juga kemudian dibawa ke Rumah
Sakit Kuta Heneral Teodulfo Bautista untuk diperiksa juga kesehatannya.
Dia kemudian dibawa dengan helikopter ke Rumah Sakit Umum
Navarro Camp untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
Farhan diculik bersama dua rekannya dengan sesama nelayan di
perairan Tambisan, Lahad Datu, Malaysia pada tanggal 23 September 2019 lalu.
Dua sandera lainnya yang bernama Maharudin dan Samiun sudah dibebaskan pada tanggal
22 Desember 2019 dan juga diserahkan langsung oleh Menlu RI kepada keluarga
pada tanggal 26 Desember 2019.
"Dengan bebasnya Farhan maka saat ini juga seluruh WNI
yang disandera Abu Sayyaf sudah berhasil dibebaskan," ungkapnya.
Kemenlu juga menambahkan, pemerintah Indonesia mengapresiasi
kerjasama yang sangat baik dari pemerintah Filipina. Secara khusus disampaikan
terima kasih kepada Divisi 11 tentara Filipina di Sulu, yang sudah membantu
upaya pembebasan para sandera WNI.
Untuk menyelamatkan tiga WNI yang disandera ini, Mabes Polri
bersama Kemenlu terus berkoordinasi dengan pemerintah Filipina sejak akhir
tahun lalu.


Post a Comment