5 Bisnis Pendulang Rupiah Besar Saat Banjir Datang



Banjir sedang melanda Jakarta dari hari Rabu (1/1) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan juga Geofisika (BMKG) menyatakan banjir di Jakarta disebabkan dari hujan ekstrem.

Hujan melanda sebagian besar Jawa bagian Barat-Utara dan bisa menyebabkan banjir besar yang juga merata di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bandung Barat, bahkan Cikampek dan juga Cipali. Hujan kali ini bukan saja hujan biasa.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, kejadian banjir berimbas kepada berbagai aktivitas bisnis di Jakarta dan juga sekitarnya. Termasuk arus logistik yang telah terganggu, mengingat beberapa kawasan ruas tol yang juga terkena banjir.

"Hari libur tahun baru seperti ini juga biasanya omzet kafe, restoran, pusat perbelanjaan termasuk UKM di tempat tujuan wisata biasanya naik, tapi dengan banjir ini praktis omset menurun," ungkap Sarman.

Tapi , Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut, yang ada di balik bencana, tetap ada sektor bisnis yang memang justru mendulang untung. Salah satunya jasa angkut motor menggunakan gerobak.

Tampak warga juga memodifikasi gerobak supaya mengangkut sepeda motor melintasi Jalan Daan Mogot menuju ke Cengkareng ataupun Kalideres. "Ayo yang mau, yang mau daripada motor mogok," ungkap Tegar terus mengulang kata-kata tersebut untuk menawarkan jasa yang telah ditawarkan.

Aktivitas ini rutin ia lakukan sejak kemarin. Tegar telah mengaku, keuntungan yang diraup juga memang sangat lumayan menggiurkan. Kemarin, uang senilai Rp1,7 juta berhasil dikumpulkan hanya dalam sehari.

"Kemarin memang dapat lumayan besar. Saya hitung memang ada sampai Rp1,7 juta," kata dia pada saat ditemui.

Tegar telah menunggu konsumennya tepat di depan Studio Indosiar. Jika berminat memakai jasanya pengendara memang harus merogoh kocek Rp70.000. Nanti kendaraan itu diantar dari Studio Indosiar sampai ke Fly Over Pesing.

"Rp70.000 baru kendaraannya aja belum bayar orangnya. Biasanya ada juga yang nambahin Rp120.000," ungkap dia.

Selain bisnis jasa angkut motor itu, tercatat sejumlah jasa lain pendulang untung pada saat banjir datang. Berikut ini bisnis tersebut hasil rangkuman.

1. Air Bersih

Dedi Efendi (30) adalah seorang sopir truk tangki air bersih. Banjir yang hampir membenamkan Jakarta, bagi Dedi seperti berkah tersendiri. Pria yang tinggal di kawasan Sentul itu mengakui, dari kejadian banjir itu, ia dan juga rekan-rekannya sebagai sopir bolak-balik Jakarta-Ciawi hingga berkali - kali lebih dalam sehari. Ini tak lain karna meningkatnya pesanan air bersih pada saat banjir menggenang di beberapa tempat di Jakarta.

Perusahaan telah mematok harga Rp800.000 untuk setiap tangki air yang telah dibawa. Tapi, Dedi juga mengatakan, sistem gaji di perusahaannya menggunakan hitungan per-tangki. Dari setiap satu kali antar air ke kawasan Jakarta ia bisa mendapatkan uang bersih Rp40.000.

Jadi jika semakin banyak pesanan, semakin besar juga komisi yang ia dapatkan. Jika dalam kondisi normal, Dedi sehari-hari bisa mendapatkan uang bersih Rp120.000. tapi saat banjir kemarin, ia bisa mendapatkan uang hingga Rp700.000-an hanya dalam sehari.

2. Asuransi

Mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan jika bencana banjir tidak lantas membuat perusahaan asuransi, khususnya anggota bursa, merugi karena melonjaknya klaim. Dia yakin perusahaan asuransi telah memiliki skenario antisipasi supaya kinerja perusahaan terus positif.

"Perusahaan asuransi pada dasarnya telah melakukan (antisipasi) jangka panjang," kata Tito di kawasan SCBD, Jakarta.

Dia juga menilai, bencana banjir justru bisa menjadi berkah untuk perusahaan asuransi karna mendatangkan konsumen baru. Ini yang dapat membuat kinerja perusahaan asuransi maupun perbankan pemilik produk asuransi juga akan terus memiliki pertumbuhan kinerja positif.

3. Suku Cadang Kendaraan

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida sudah mengatakan bencana banjir ini memang akan meningkatkan kinerja saham perusahaan suku cadang di Indonesia. Penyebabnya yakni permintaan dari produk akan meningkat seiring banyak mobil dan juga motor yang rusak karna banjir.

"Dari sisi secara bisnis nanti jika banjir banyak (kendaraan) yang terjadi adalah kerusakan. Perusahaan suku cadang mobil mungkin memang ada beberapa yang juga mengalami peningkatan," ungkap Nurhaida di kawasan SCBD, Jakarta.

4. Pedagang Ritel

Mantan Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi telah mengatakan, sektor yang memang akan diuntungkan ketika banjir adalah supermarket grosir maupun ritel eceran yang dapat menjual kebutuhan pokok. Karna secara psikologis warga, terutama yang tidak terkena banjir, malah mengira pasokan sembako terbatas.

Tidak itu saja, kebutuhan dan juga permintaan barang di supermarket untuk korban banjir juga diyakini lumayan besar. "Yang diuntungkan supermarket menjual sembako, karna semua orang akan belanja kan berpikirnya nanti cari bahan makanan susah," ungkap Sofjan saat dihubungi.

5. Bengkel

Bengkel motor dan juga mobil ini paling laris didatangi warga. Para pengendara ini juga memang terpaksa membawa kendaraannya yang telah rusak karna terendam banjir.

Bahkan ada yang membuat bengkel dadakan di pinggir jalan. Servisnya pun juga hanya sederhana, bersihin busi dan juga karbulator.

Tarifnya memang sangat mahal untuk sekedar membersihkan busi, sekitar Rp20.000 sampai Rp30.000 untuk membersihkan karbulator.

"Saya tadi menerjang banjir, namun ternyata banjirnya cukup dalam dan juga akhirnya motor mogok. Sekarang sedang diservis dulu dan juga dibersihin kalbulatornya," ungkap Remi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.