Anggota Parlemen Iran Ancam Serang Gedung Putih sebagai Balasan Kematian Sulaimani
Anggota parlemen Iran Abolfazl Abutorabi telah mengancam untuk
menyerang Gedung Putih menjadi balasan dari serangan AS yang juga menewaskan
Panglima Garda Revolusi Qassim Sulaimani pada hari Jumat lalu.
Dikutip dari kantor berita ILNA, laman the Independent
melaporkan, Selasa (7/1), Abutorabi juga menjawab pertanyaan tentang bagaimana
Iran yang akan bereaksi dari kematian Sulaimani.
"Kita dapat menyerang Gedung Putih. Kita juga bisa
membalas mereka di tanah Amerika. Kita memang punya kekuatan, insya Allah kita pasti
akan membalas pada waktu yang tepat," kata Abutorabi.
Presiden Amerika Serikat yang juga memerintahkan pembunuhan
Sulaimani mengatakan AS akan kembali menyerang Iran jika Negeri Mullah ini melancarkan
serangan balasan.
"Iran juga mengatakan dengan keras soal menyasar aset
AS menjadi balasan setelah kita menyingkirkan pemimpin teroris mereka yang telah
membunuh orang Amerika dan juga melukai banyak lainnya, belum lagi ada semua
orang yang sudah ia bunuh sepanjang hidupnya, termasuk belakangan ini juga ratusan
demonstran Iran,: ujar Trump pada kicauannya akhir pekan lalu, seperti dilansir
dari laman Fox News, Selasa (7/1).
"Dia juga sudah menyerang Kedutaan kita dan telah menyiapkan
serangan berikutnya di tempat lain. Iran juga selalu menjadi masalah selama
ini."
Abutorabi menyebut jika kematian Sulaimani merupakan deklarasi
perang dan juga harus segera dibalas.
"Ketika seseorang menyatakan perang, apakah Anda ingin membalas
peluru dengan bunga? Mereka akan menembak kepala Anda," ungkap dia.
Setelah kematian Sulaimani, Pemimpin Spiritual Tertinggi
Iran Ayatullah Ali Khamenei mengatakan pembalasan yang memang setimpal akan
menghampiri para kriminal yang tangannya kotornya dipenuhi darah Sulaimani.
Presiden Iran Hassan Rouhani juga berjanji akan melancarkan balasan dari kejahatan
keji tersebut.
Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah Minggu lalu telah mengatakan
kematian Sulaimani membuat kawasan Timur Tengah telah memasuki babak baru.
Tapi koresponden the Independent Borzou Daraghi telah meragukan
kemungkinan terjadi serangan balasan Iran di wilayah AS karena Abutorabi memang
sebelumnya dikenal menjadi orang yang sering berkomentar keras dan Iran tak punya
kemampuan militer untuk melancarkan serangan ke AS dengan rudal.


Post a Comment