Carlos Ghosn Kabur, Manajemen Nissan Dibikin Speechless



Mantan bos Nissan, Mitsubishi dan Renault Carlos Ghosn yang telah lolos dari pengawasan ketat di Jepang sudah menjadi salah satu kabar mengejutkan minggu ini. Bahkan para eksekutif Nissan dibuat tidak berkata-kata mengetahui mantan bos yang dituduh dengan banyak masalah itu telah kabur dari tahanan.

Demikian telah disampaikan seorang sumber yang mengetahui hal itu seperti dikutip dari Automotive News, Sabtu (4/1/2020). Pelarian Ghosn ini juga tentu akan menimbulkan berbagai kemungkinan lain. Karena Ghosn tak lagi dalam pengawasan Jepang, pria ini juga tentunya memiliki kebebasan suara. Entah kebenaran atau tidak, posisinya saat ini bisa berbalik.


"Pasti ada banyak orang di Nissan dan Renault yang berpikir ini memang benar-benar sangat berbahaya untuk mereka jika Ghosn berbicara," kata seorang analis senior di SBI Securities Tokyo, Koji Endo seperti dilansirkan Automotive News Europe.


CEO baru Nissan, Makoto Uchida sendiri juga saat ini harus terus fokus menyelesaikan masalah di perusahaannya. Antara lain ada soal beberapa top eksekutifnya yang juga mendadak mundur, kemudian ada 12.500 karyawan yang telah di-PHK di seluruh dunia, serta dirinya juga harus menyegarkan model-model mobil seperti Skyline dan GT-R supaya bisa kenceng lagi penjualannya. Belum lagi ada hubungan aliansi dengan Renault sedikit renggang semenjak dari kasus Ghosn merebak. Ada juga lagi soal saham Nissan di bursa yang memang masih turun. Di bulan Juli lalu harga saham Nissan masih di kisaran 773 yen maka di akhir penutupan tahun lalu hanya sekitar 636 yen per saham.

Kesempatan Ghosn berbicara banyak ini dinilai juga akan berbahaya untuk para direksi internal pada saat ini. Ghosn mengatakan jika tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya adalah hasil skenario penjebakan para eksekutif Nissan, jaksa penuntut Jepang, dan juga pejabat pemerintah yang menentang rencananya menggabungkan Renault dan juga Nissan.

Ghosn mengatakan, tuduhan atas ketidakwajaran keuangan yang dituduhkan kepadanya palsu, dibuat-buat oleh eksekutif Nissan, jaksa penuntut Jepang, dan juga pejabat pemerintah yang menentang rencananya untuk lebih mengintegrasikan lebih dalam kedua pembuat mobil itu. Di hari Kamis, dia mengeluarkan pernyataan kedua tentang pelariannya supaya menolak laporan jika istrinya terlibat dalam plot.

Dia juga dapat membuat gaduh dengan mengidentifikasi eksekutif Nissan yang ia klaim terlibat dalam penjebakan dirinya. Beberapa target sasaran tembak Ghosn tak sulit ditebak. Antara lain pengganti Ghosn, Hiroto Saikawa, lalu ada juga Hari Nada, mantan kepala kantor CEO, yang juga menjadi whistle blower dalam kasus Ghosn.

Ghosn membuat video pernyataan yang juga mengecam manajemen Nissan dari kinerja buruk perusahaan. Menurutnya perusahaan itu sudah kehilangan visi tentang perlunya untuk meningkatkan hubungan aliansi bersama dengan Renault.

"Saya khawatir karna jelas kinerja Nissan menurun, namun saya juga khawatir karna saya tak berpikir ada visi untuk aliansi yang memang sedang dibangun," ungkap Ghosn pada video.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.