Hizbullah: Sudah Saatnya Sekutu Iran Bersatu Balas Kematian Soleimani



Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah mengatakan, sudah waktunya sekutu Iran supaya bersatu dan juga membalas dendam kematian Qassem Soleimani. Ia juga menegaskan Soleimani tak pernah berniat meledakkan Kedutaan Besar AS di Irak.

Dalam pidato yang dari disiarkan televisi, Nasrallah juga mengklaim jika bukan karena Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandes, pemimpin milisi Irak yang turut tewas pada serangan AS, ISIS juga akan menyebar ke Teluk Arab dan Timur Tengah.

"Saya percaya inilah saatnya gelombang perlawanan untuk bisa mulai bekerja. Pasukan perlawanan serius dan juga bertujuan untuk tujuan besar yang saya usulkan," ungkap Nasrallah, merujuk pada tujuan mengusir pasukan AS di wilayah itu.

"Pembalasan juga akan terjadi pada beberapa hari, minggu atau bulan mendatang, ini ialah jalan yang panjang," katanya pada sebuah pernyataan, seperti dilansir dari Al Arabiya pada Senin (13/1/2020).

Terkait dengan klaim dari Presiden AS, Donald Trump jika Soleimani berencana untuk meledakkan Kedutaan Besar AS di Baghdadh, Nasrallah mengatakan apa yang telah disampaikan Trump tidaklah benar. Trump juga menggunakan alasan ini untuk membenarkan serangan terhadap pemimpin pasukan elit Iran itu.

"Trump berbohong kepada rakyatnya. Soleimani tak berencana untuk meledakkan Kedutaan Besar Amerika," katanya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.