Lapor Gatal-gatal, TKI di Malaysia Malah Mau Dipukul Petugas Tahanan


Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sempat ditahan di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Kemanis Papar, Kota Kinabalu, Sabah Malaysia mengaku telah menderita sakit kulit berupa gatal-gatal sekujur tubuh tanpa ada mendapatkan perawatan medis dari petugas tahanan di negara itu.

Seperti yang telah dikemukakan Dise Uran (25), TKI asal Kabupaten Flores Timur NTT yang dideportasi ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sejak Kamis (16/1), selama empat bulan ditahan di PTS Kemanis Papar selama tiga bulan ada menderita penyakit kulit. Penyakit kulit yang dialaminya juga berawal dari gatal-gatal yang menyerang sekujur tubuhnya.

Dise yang juga menceritakan kondisinya pada tahanan di PTS Kemanis, Sabtu, menuturkan jika penyakit gatal-gatal yang dideritanya pada saat menjalani hukuman menyebabkan tubuhnya penuh dengan bercak-bercak hitam.

"Saya memang sudah sakit gatal-gatal saja pertamanya. Lama-lama hampir semua badan kena gatal-gatal makanya badan ini juga penuh dengan bekas-bekas hitam," kata dia yang mengaku ditahan karna tak memiliki paspor pada saat ditemui di Rusunawa Jalan Ujang Dewa, Kelurahan Nunukan Selatan dilansir Antara, Sabtu (18/1).

Rekannya yang bernama Wilbrodus (25) asal Ende, NTT juga mengaku hal yang sama. Remaja yang juga ditahan di PTS Kemanis Papar selama berbulan-bulan ini diserang penyakit gatal-gatal dalam tahanan.

Penyebabnya, kata dia, air mandi yang disediakan di dalam tahanan, sangat kotor dan tak layak untuk digunakan sebagai mencuci badan.

"Setiap habis mandi pasti gatal-gatal. Dan jika dilaporkan ke petugas PTS malah kita diancam-ancam mau dipukul," ungkap pria yang bekerja sebagai buruh bangunan di Kota Kinabalu.

Kemudian, Yongki Lewar juga berasal dari Maumere, NTT menderita penyakit yang sama. Pria ini Nampak sekujur tubuhnya hingga ke wajahnya penuh bintik-bintik hitam akibat dari penyakit gatal-gatal yang diderita dalam tahanan PTS Kemanis Papar.

Dia mengatakan, selama dalam tahanan tak pernah menggunakan air yang bersih. Setiap mandi badannya terasa ditusuk-tusuk dan penuh dengan berbagai kuman.

Yongki juga menyatakan, TKI yang ada di dalam tahanan tak berani melaporkan kepada keluarganya atau petugas dari Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu karna diancam akan dipukuli oleh petugas PTS negara itu.

Air mandi yang digunakan di PTS Kemanis Papar berasal dari sebuah sungai yang memang berada di dekat tahanan tersebut. "Semua tahanan memang pasti kena sakit gatal-gatal. Karna air yang dipakai mandi sama semuanya dari sungai yang berada di belakang PTS itu," ujar dia.

Kemudian, Mathius Sampe Mangalle (29) yang berasal dari Kabupaten Tator, Sulsel, juga mengalami penyakit yang sama. Dia katakan air yang disediakan dari PTS Kemanis sangat tak layak untuk digunakan mandi atau cuci badan.

Dia mencurigai air sungai yang dipakai oleh tahanan dalam PTS Kemanis Papar merupakan tempat pencucian kotoran atau pembuangan ayam potong yang mati yang letaknya tidak jauh dari PTS tersebut.

"Kayaknya air yang dipakai itu memang berasal dari sungai yang juga tempat pembuangan atau pencucian kotoran ayam potong yang tak jauh dari PTS Kemanis," ujar Mathius yang sehari-harinya bekerja instalasi listrik di Kota Kinabalu.

Keempat TKI ini pada saat ini berada di penampungan Rusunawa Jalan Ujang Dewa Kabupaten Nunukan yang dideportasi ke Kabupaten Nunukan pada Rabu (15/1) karna pelanggaran keimigrasian.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.