Air Jeruk Nipis Berfungsi Bersihkan Paru-Paru Perokok Hanya Sebuah Mitos



Merokok ialah suatu kebiasaan buruk yang memang menyebabkan masalah dari paru-paru. Banyak orang yang juga mempercayai jika konsumsi air jeruk nipis dapat membantu membersihkan paru-paru perokok. Benarkah?

Health Liputan6.com memastikan untuk mengenai perihal ini dengan menanyakan langsung kepada dokter Spesialis Paru Mohammad Arifin Nawas.

“Salah, mitos,” ungkap Arifin pada saat ditanya dari telepon.


Menurutnya, tak ada hubungan antara paru-paru dengan air jeruk nipis. “Paru-paru ini beda, kan dia saluran napas. Jika jeruk nipis kan masuk dari lambung, jadi tidak akan menuju ke sana,” kata Arifin.

Arifin juga memaparkan jika air jeruk nipis hanya dapat mengatasi gejala batuk. “Rasanya sih jika gejala batuk mungkin bisa, namun bukan membersihkan paru-paru dari asap rokok, bukan,” ungkapnya.

Pembersihan Hanya Dari Obat

Untuk mengatasi masalah ini, dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Abdi Waluyo ini juga mengatakan jika untuk membersihkan paru-paru dari asap rokok bisa menggunakan obat-obatan yang juga disebut mukolitik. Selain itu, bisa juga melakukan kultur dahak, atau sputum.

"Kita juga menggunakan obat-obatan yang nanti menghasilkan, dan kita sebut dengan sputum. Sputumnya dibersihkan sehingga dapat mengeluarkan sisa-sisa yang ada pada saluran pernapasan. Jadi berupa obat, yang mukolitik," ungkap dokter lulusan Universitas Indonesia ini.

Selain dari pengobatan medis, Arifin juga menegaskan jika bahan-bahan alami belum dapat membersihkan paru-paru, dan untuk menanggapi air jeruk nipis sebagai solusi, ia juga menjawab teori tersebut tak berdasarkan bukti yang jelas.

Walaupun rokok juga memiliki dampak minimal 30 tahun, Arifin juga menyarankan siapapun untuk tak merokok, karna kemampuan paru-paru juga akan berkurang setiap kali setelah merokok.

Selain ini, ketika seseorang telah merokok akan sulit untuk berhenti karna kandungan nikotin di dalamnya.

"Jadi jika orang merokok tembakau itu, nikotin juga akan lengket pada saraf-saraf di otak, sehingga nanti jika bau rokok, dia jadi ingin merokok lagi," kata Arifin.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.