Angkatan Darat Amerika Serikat Larang Tentara Gunakan TikTok




Angkatan Darat Amerika Serikat telah melarang tentaranya menggunakan aplikasi TikTok karna dianggap menjadi ancaman keamanan nasional.

Angkatan Darat bergabung bersama Angkatan Laut untuk melarang penggunaan aplikasi pada ponsel milik pemerintah. Anggota parlemen yang juga meminta lembaga intelijen untuk menentukan apakah aplikasi yang dimiliki Cina ialah menjadi ancaman untuk keamanan nasional dan juga dapat digunakan untuk mengumpulkan data pribadi dari warga negara Amerika, menurut laporan Military.com, dikutip 1 Januari 2020.

"Ada juga Pesan Kesadaran Cyber yang dikirim pada tanggal 16 Desember mengidentifikasi TikTok juga memiliki potensi risiko keamanan yang juga terkait dengan penggunaannya," ungkap juru bicara Angkatan Darat Letnan Kolonel Robin L. Ochoa pada hari Senin malam, dikutip dari CNN. "Pesan ini juga mengarahkan tindakan yang tepat untuk staf supaya melindungi informasi pribadi mereka. Pedoman ini ialah untuk antisipasi kepada aplikasi yang memang Anda unduh, memantau telepon Anda untuk teks-teks yang tak biasa atau yang tak diminta, dan juga segera menghapus instalasi TikTok supaya menghindari setiap paparan informasi pribadi."

Sebelumnya Reuters telah melaporkan jika Angkatan Laut telah membuat keputusan serupa pada pertengahan Desember, mengatakan kepada para pelaut jika siapa pun yang tak menghapus aplikasi dari telepon yang dikeluarkan pemerintah mereka juga akan dilarang dari intranet Angkatan Laut.

TikTok bukan satu-satunya raksasa teknologi Cina yang juga menimbulkan kecurigaan AS. Perusahaan nirkabel Huawei sudah mendapat kritik dari pemerintahan Trump yang juga menganggap Huawei sebagai ancaman siber keamanan nasional.

TikTok juga berada di bawah pengawasan Komite Investasi Asing di bagian Amerika Serikat (CFIUS) setelah anggota parlemen telah menyerukan penyelidikan pada bulan Oktober untuk bisa melihat apakah pemerintah Cina bisa mengumpulkan data pengguna ataupun juga mengontrol konten yang dibagikan, menurut laporan The Verge.

CFIUS juga mempertimbangkan apakah ByteDance akan dipaksa untuk melakukan divestasi di Musical.ly, aplikasi yang juga diperolehnya dari tahun 2017 yang juga merupakan titik tolak untuk TikTok.

TikTok mengatakan pada bulan Oktober bahwa mereka tak menghapus konten karna diminta untuk melakukannya oleh pemerintah Cina, dan juga tak akan melakukannya di masa depan. TikTok juga bisa menambahkan jika mereka menyimpan data pengguna warga AS di Amerika Serikat (dengan cadangan di Singapura), sehingga tak tunduk dengan hukum Cina.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.